Senin, 05 Agustus 2019

Hari Dharma Wanita Nasional

Pada 5 Agustus diperingati juga sebagai Hari Dharma Wanita Nasional. Dharma Wanita sendiri merupakan organisasi yang anggotanya adalah istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Penetapan Hari Dharma Wanita ini yaitu pada 7 Desember 1999 dalam rapat nasional yang membahas tentang peningkatan kualitas sumber daya anggota keluarga PNS agar bisa mencapai kesejahteraan nasional.

Rabu, 17 Juli 2019

Selamat hari Saka Bakti Husada ke 34 Tahun 2019

Hidup sehat dan terbebas dari segala penyakit adalah impian bagi semua insan manusia. Dalam mewujudkannya, perlu adanya kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat terutama anak-anak muda yang inovatif dan kreatif.

Senin, 08 Juli 2019

Jenis Pemeriksaan Kesehatan Berkala untuk Cek Kondisi Tubuh Anda

Sebagian besar masyarakat hanya mengunjungi dokter ketika telah sakit. Padahal, segala jenis penyakit bisa dicegah sebelum menjadi parah di dalam tubuh kita. Dengan kita melakukan Pemeriksaan Kesehatan secara berkala, potensi penyakit yang datang ke tubuh kita pun akan diketahui lebih dini.
Pemeriksaan Kesehatan secara berkala ada beberapa jenisnya. Oleh karena itu, berikut adalah macam-macam Jenis Pemeriksaan Kesehatan Berkala yang umum dilakukan:

Kamis, 04 Juli 2019

KASUS HEPATITIS A DI PACITAN, MENKES IMBAU WARGA TERAPKAN PHBS


Sebanyak 957 warga Pacitan, Jawa Timur terserang hepatitis A. Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengimbau masyarakat jaga kebersihan.

Menkes mengatakan kasus hepatitis A di Pacitan ditangani secara bersama-sama. Bagi warga yang tertular virus tersebut, Menkes meminta untuk istirahat.

''Istilah saya diistirahatkan livernya, liver itu lebih banyak kerja untuk karbohidrat, gula. Itu biasanya kita kurangin. Hepatitis kan tidak ada obatnya, tadi saya bilang istirahat, itu virus, imbauan untuk masyarakat jaga kebersihan, sebelum makan cuci tangan dulu,'' katanya, Rabu (3/7), di Gedung DPR RI, Jakarta.

Masa inkubasi atau perkembangan penyakit hepatitis A dalam tubuh selama 15-50 hari, sementara masa penyembuhannya sekitar 2 minggu, bahkan bisa kurang atau lebih dari 2 minggu.

Penyebab kejadian hepatitis A di Pacitan diduga dari air sungai yang tercemar.

''Secara epidemiologi kita harus lihat daerah mana yang kena. Kalau dalam satu aliran sungai ya mungkin aliran sungai itu yang harus kita perhatikan. Barusan saya dapat informasi air-air di situ sedang diperiksa di laboratorium, jadi ada beberapa lab di Surabaya, kita kirim untuk memeriksa air itu,'' katanya.

Terkait penanggulangan hepatitis A, Menkes mengatakan sudah ada arahan ke pemerintah daerah dan sudah bergerak melakukan penanganan.

''Tentu yang pertama kita harus menolong korban, kemudian kita mencari dari mana asalnya ini (virus hepatitis A) dan kita harus cari hulu dari permasalahan ini apa. Apa betul dari air sungai, apa betul dari orang yang BAB dan kemudian membawa virus itu, dan sebagainya,'' kata Menkes.

Karena itu, Menkes menekankan kepada warga Pacitan untuk menjaga kebersihan. ''Kebersihan nomor satu,'' katanya.

Masalah hepatitis A tidak hanya terjadi di Pacitan, saat ini penyakit tersebut telah menyerang warga Trenggalek.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr. Wiedra Waworuntu, M.Kes mengatakan kasus hepatitis A di Pacitan sudah dinyatakan KLB, sementara Trenggalek tidak.

''Pacitan sudah ditetapkan KLB, Trenggalek tidak, karena masalah hepatitis A di sana sudah bisa ditanggulangi,'' katanya.

Status KLB di Pacitan tidak akan ditarik sebelum kasus penularan berhenti, kemudian telah melewati 2 kali masa inkubasi.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat emailkontak[at]kemkes[dot]go[dot]id. (D2

Selasa, 02 Juli 2019

Pentingnya Rutin Membawa Balita ke Posyandu untuk Menjaga Tumbuh Kembangnya


Setelah anak berusia 1 tahun, angka kunjungan ke Posyandu biasanya akan semakin menurun. Terutama bagi para ibu yang merasa vaksinnya sudah lengkap, ia akan enggan untuk membawa anaknya ke Posyandu.  Padahal Posyandu tidak hanya berkaitan dengan vaksinasi. Di Posyandu, berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak diukur untuk mendeteksi sejak dini jika terjadi hal-hal tidak diinginkan seperti kekurangan gizi. Namun sayangnya, mindset yang berkembang adalah Posyandu hanya untuk menimbang berat badan dan memberikan vaksin anak. Hingga anak berusia 5 tahun, ibu harus rutin membawanya ke Posyandu. Sebab jika tidak, dikhawatirkan tumbuh kembang anak serta pemenuhan gizinya tidak dapat terpantau dengan baik.
Selain karena merasa vaksinasinya sudah lengkap, para ibu terkadang tidak membawa anaknya ke Posyandu karena sudah PAUD. Mereka menganggap anaknya sudah sehat dan sudah bisa bersekolah sehingga tidak perlu lagi dibawa ke Posyandu. Sejak tahun 2015, terdapat program bernama Posyandu Terintegrasi yaitu Posyandu yang diintegrasikan dengan PAUD dan BKB (Bina Keluarga Balita).
Ada banyak manfaat Posyandu yang belum disadari oleh para ibu. Dengan rutin datang ke Posyandu, tumbuh kembang anak selama masa keemasannya (0-5 tahun) akan terpantau dengan baik. Tidak hanya ditimbang dan diukur tinggi badannya, anak-anak akan diberikan asupan makanan bergizi yang baik untuk pertumbuhan. Para ibu juga bisa berkonsultasi langsung dengan kader kesehatan dan/atau petugas kesehatan, sehingga berbagai permasalahan kesehatan anak dapat segera terselesaikan dengan benar. Lebih dari itu, para ibu bisa berbagi pengalaman dengan ibu lainnya selama berada di Posyandu. Hal ini tentu akan berdampak sangat positif pada tumbuh kembang anak.
Sejak awal tahun 2000an pemerintah merevitalisasi Posyandu, dengan menggalakkan kembali program Posyandu demi mengurangi angka gizi buruk di Indonesia. (kenapa disebut revitalisasi Posyandu, karena Posyandu sudah ada sejak tahun 1984, namun kemudian ada yang kondisinya ‘mati’, sehingga perlu direvitalisasi). Seharusnya hal ini mendapat dukungan positif dari masyarakat. Oleh karena itu, para ibu sebaiknya meningkatkan kesadaran dan menyadari betapa pentingnya rutin membawa balita ke Posyandu

Sumber : promkes kemenkes

Senin, 01 Juli 2019

Happy Fruit International Day 2019

International Fruit Day atau Hari Buah Internasional adalah hari perayaan internasional yang dirayakan setiap tanggal 1 Juli di tiap tahunnya. Hari Buah Internasional ditetapkan pada tahun 2007 di Jerman. Berawal dari perkumpulan mahasiswa di Universitas Alice Solomon di Berlin Jerman. 

Sabtu, 29 Juni 2019

Selamat Hari Keluarga Nasional 2019

Pemerintah melalui Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menetapkan puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) dipusatkan di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan tema 'Hari Keluarga, Hari Kita Semua' dan slogan 'Cinta Keluarga, Cinta Terencana'. 
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) M. Yani menyatakan peringatan Harganas merupakan upaya pemerintah dalam mengembalikan fungsi keluarga sebagai pembentuk karakter anak.

Kamis, 27 Juni 2019

Apel pagi bersama KTU baru

Hari ini UPTD Puskesmas Slogohimo mengadakan apel pagi bersama keluarga baru yaitu bapak Agung Purwoko, A.Mk selaku KTU baru.

Rabu, 26 Juni 2019

SELAMAT HANI (HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL) 2019

setiap tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional atau HANI.
Hari Anti Narkotika Internasional atau HANI merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Hari Anti Narkotika Internasional atau HANI juga sebagai gerakan perlawanan terhadap bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang yang berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial ekonomi, serta kemanan dan kedamaian dunia.

Selasa, 25 Juni 2019

Pertemuan Lintas Sektor: Pembahasan Pedoman Pesantren Sehat


Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat melakukan kegiatan pertemuan lintas sektor pembahasan pedoman pesantren sehat yang diadakan di jakarta pada hari jumat, tanggal 21 juni 2019.

Senin, 24 Juni 2019

Selamat hari bidan nasional ke-67




Bidan adalah seorang “pahlawan” yang ikut berperan dalam perjuangan para ibu untuk melahirkan si buah hati. Menurut Ikatan Bidan Indonesia (IBI), bidan merupakan seorang wanita yang lulus pendidikan kebidanan yang diakui oleh pemerintah dan organisasi profesi di wilayah NKRI, serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk register, tersertifikasi dan secara sah mendapat lisensi untuk membuka praktek kebidanan. Namun dalam keadaan tertentu, apabila tidak ada tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan pelayanan kesehatan dan tidak memungkinkan untuk dirujuk, maka seorang bidan dapat memberikan pelayanan kedokteran/kefarmasian diluar kewenangannya dalam batas tertentu.
Terbentuknya Hari Bidan Nasional berawal dari Konferensi Bidan Pertama di Jakarta pada tanggal 24 Juni 1951 atas prakarsa para bidan senior yang berdomisili di Jakarta. Dalam konferensi tersebut telah dirumuskan tujuan IBI yaitu menggalang persatuan dan persaudaraan antar sesama bidan, membina pengetahuan dan keterampilan anggota profesi kebidanan, membantu pemerintah dalam pembangunan nasional, serta meningkatkan martabat dan kedudukan bidan dalam masyarakat. Tokoh yang turut andil dalam konferensi tersebut yaitu Selo SoemardjanFatimahSri MulyaniSalikunSukaesihIpah, dan  S. Margua. Mereka memproklamirkan IBI sebagai satu-satunya organisasi resmi bidan di seluruh Indonesia.
Anggota IBI terdiri dari wanita yang telah diterima menjadi anggota Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) pada tahun 1951 dan hingga kini IBI tetap aktif mendukung program-program KOWANI serta organisasi wanita lainnya untuk meningkatkan derajat kaum wanita Indonesia. Dalam UU RI Nomor 8 tahun 1985, IBI termasuk dalam salah satu daftar Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang ada di Indonesia.
Di tahun 2018 ini merupakan peringatan Hari Bidan Nasional yang ke-67. Hingga kini Kementerian Kesehatan terus bersinergi bersama IBI khususnya bidan desa untuk memperkecil angka kematian saat melahirkan. Sudah saatnya kita menghargai pengabdian seluruh bidan yang ada Indonesia karena jasanya yang sudah membantu proses melahirkan anak ke dunia. Semoga mereka bisa semakin profesional dan kompeten dalam menjalankan tugasnya sebagai “pahlawan” bagi para ibu-ibu di Indonesia. (Rikah / Foto : net)

Sabtu, 22 Juni 2019

Suhu dingin saat musim kemarau


Hai warga slogohimo 😊😊
Cuaca dingin sampai ke tulang tulang ya akhir akhir ini 😥😥
Pengen tau penyebab dan tips mengatasinya
Yukks kita baca info dari BMKG Yogjakarta ini !!!

Jumat, 21 Juni 2019

Kemenkes Meminta Kemkominfo Blokir Iklan Rokok di Internet

Jakarta, 14 Juni 2019

Kementerian Kesehatan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk memblokir iklan rokok di media internet. Permintaan pemblokiran tersebut disampaikan melalui surat dari Menteri Kesehatan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika tertanggal 10 Juni 2019.

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menegaskan permintaan pemblokiran ini merupakan upaya untuk menurunkan prevalensi merokok pada masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja. Data mengenai tingkat prevalensi perokok anak dan remaja menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.

Riset Kesehatan Dasar 2018 menyatakan bahwa terjadi peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja usia 10 18 tahun dari 7,2% di tahun 2013 menjadi 9,1% di tahun 2018.

Peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja ini antara lain terjadi karena tingginya paparan iklan rokok di berbagai media, termasuk media internet (teknologi informasi). Penggunaan media internet yang demikian tinggi dalam masyarakat Indonesia, termasuk oleh anak dan remaja, telah dimanfaatkan oleh industri rokok untuk beriklan di media internet dalam tahun-tahun terakhir ini.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Stikom LSPR (2018), sebanyak 3 dari 4 remaja mengetahui iklan rokok di media online/daring. Dari riset tersebut juga dinyatakan bahwa iklan rokok banyak ditemui oleh remaja saat mereka mengakses internet, antara lain melalui youtube, berbagai situs, instragram, dan game online.

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menegaskan bahwa permintaan pemblokiran iklan rokok di media internet ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan dengan Kemkominfo pada bulan April lalu. Pada saat itu Kemkominfo menyatakan bahwa pemblokiran iklan rokok dapat dilakukan oleh Kemkominfo berdasarkan permintaan dari Kementerian Kesehatan.

Kementerian Kesehatan meyakini bahwa Kemkominfo memiliki kesepahaman yang sama dengan Kementerian Kesehatan dalam hal mendukung pembangunan kesehatan masyarakat.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.

Selasa, 18 Juni 2019

Halal bi halal UPTD Puskesmas Slogohimo 2019

     

Sesuai dengan tradisi warga indonesia, setelah lebaran pastilah ada acara  halal bi halal. Hal ini pun juga dilakukan oleh Pegawai UPTD Puskesmas Slogohimo. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 17 Juni 2019. Dalam momen ini pastilah terdapat kegiatan ikrar hahal bi halal dan acara inti yaitu saling meminta maaf antara pegawai. Harapannya degan kegiatan ini bisa semakin meningkatkan kekompakkan dan kerjasama pegawai UPTD Puskesmas Slogohimo sehingga bisa memberikan pelayanan yang terbaik dan berkualitas bagi masyarakat yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Slogohimo. 

Senin, 17 Juni 2019

Olahraga yang cocok untuk penderita diabeted

https://www.google.com/amp/s/hellosehat.com/hidup-sehat/kebugaran/olahraga-untuk-diabetes/amp/
Banyak melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, merupakan salah satu cara menjaga gula darah yang tepat pada penderita diabetes. Penderita diabetes tipe 2 sangat rawan mengalami obesitas, olahraga sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan berat badannya. Berikut ini ada beberapa jenis olahraga untuk penderita diabetes yang paling tepat.

Sabtu, 15 Juni 2019

Menkes Imbau Jemaah Haji Cek Kesehatan

Jakarta, 12 Juni 2019                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         
https://pbs.twimg.com/media/Di3SbslVsAAoB91.jpg
 Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengimbau kepada seluruh jemaah haji    untuk cek kesehatan terlebih dahulu. Artinya pada saat berangkat jemaah haji dalam keadaan sehat.
         Menkes juga mewanti-wanti soal kejiwaan jemaah juga perhatian kepada jemaah lanjut usia, jangan sampai dehidrasi. TKHI akan selalu mengingatkan jemaah untuk tidak kurang minum sekaligus meminta kepada pemerintah Arab Saudi untuk memperbaiki dan menambah toilet. Ketika jemaah haji banyak minum akan sering buang air, karena itulah Menkes meminta perbaikan dan penambahan toilet di sana.
         Heatstroke juga perlu diwaspadai, Kemenkes melakukan beberapa langkah antisipatif dengan membagikan spray air untuk wajah, sandal, payung, dan terus mengingatkan jemaah jangan sampai terkena heatstroke.

Rabu, 12 Juni 2019

Program Indonesia Sehat untuk Mensejahterakan Masyarakat


https://twitter.com/kemenkesri/status/661091642561073152
Tingkat kesehatan sebuah negara menunjukkan kualitas sebuah negara dalam memberdayakan warganya. Hal ini juga dilakukan pemerintah Indonesia dengan menyediakan berbagai program untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kesehatan.

Sejak 2014, pemerintah Indonesia telah menjalankan program Indonesia Sehat sebagai bentuk promosi layanan kesehatan berkualitas. Selain itu, program tersebut dibentuk untuk mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk mendapatkan tingkat kesehatan tertinggi.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F. Moeloek dalam sesi General Debate di World Health Assembly ke-72 yang berlangsung di Swiss mengungkapkan bahwa Indonesia Sehat mempunyai tiga elemen yang menguatkan, yakni:

Selasa, 11 Juni 2019

Terimakasih atas pelayanan prima selama lebaran


Menteri kesehatan, nila f moeloek mengucapkan terimakasih kepada petugas kesehatan yang telah memberikan pelayanan berkualitas dan baik dalam menjaga posko kesehatan lebaran 2019 selama 24 jam penuh. 

Senin, 10 Juni 2019

Penyakit yang biasa menyerang usai lebaran



Habis lebaran, terbitlah lèbar-an😄 hehe semoga tidak ya, Sobat Sehat.
Meskipun mengasyikan bisa bertemu dengan keluarga, Hari Idul Fitri bisa mendatangkan berbagai penyakit, di antaranya: